
Pendahuluan
Februari 2026 menyaksikan penurunan 11% penjualan mobil listrik global, menurut data Benchmark Mineral Intelligence (BMI). Fenomena ini terutama dipengaruhi oleh berakhirnya program insentif pemerintah, terutama di China, yang mengalami penurunan penjualan terbesar sejak COVID-19.
Peran Kebijakan Insentif
Program insentif seperti subsidi tukar tambah dan pembebasan pajak telah menjadi katalisator penting untuk pertumbuhan mobil listrik. Di China, berakhirnya program tersebut pada akhir 2025 menjadi pukulan bagi pasar, menunjukkan betapa pentingnya stimulus fiskal dalam mendorong adopsi teknologi baru.
Tantangan Global
Sementara China menjadi epicenter penurunan, negara lain juga melihat perlambatan karena penyesuaian kebijakan. Ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik mungkin mulai memasuki fase matang, di mana faktor teknis dan harga menjadi lebih kritis daripada insentif fiskal.
Penutup
Untuk menghadapi tantangan ini, produsen perlu memperkuat inovasi teknologi dan efisiensi biaya. Pemerintah, di sisi lain, harus merancang strategi transisi yang halus untuk memastikan stabilitas pasar. Dengan pendekatan yang terencana, pertumbuhan mobil listrik dapat dipertahankan bahkan ketika insentif berakhir.












