
Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang mengevaluasi posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Anwar Abbas, mantan diplomat senior, menyarankan Indonesia untuk mundur dari BoP karena tidak memberikan manfaat yang signifikan.
Latar Belakang
Dalam keterangan yang dirilis Kamis (5/3/2026), Anwar Abbas menyatakan, “Ini pernyataan pribadi saya, bagi saya mundur. Saya melihat tidak ada untungnya ada dalam BoP tersebut.” Abbas menekankan bahwa Indonesia lebih baik fokus pada kepentingan dalam negeri yang lebih mendesak.
Fakta Penting
Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda juga ikut memberikan komentar, mengatakan bahwa evaluasi posisi Indonesia di BoP sedang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto. Ini menandakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia mungkin akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat.
Dampak
Jika Indonesia memutuskan untuk mundur dari BoP, ini akan menjadi langkah geopolitik yang kontroversial. Beberapa pihak khawatir langkah ini dapat mengurangi pengaruh Indonesia di kancah internasional, sementara pihak lain menyambutnya sebagai langkah yang lebih fokus pada kepentingan dalam negeri.
Penutup
Sebagai negara dengan peran strategis di kawasan, keputusan Indonesia terkait BoP akan memiliki dampak luas. Apakah langkah ini akan mendukung kepentingan nasional atau malah merugikan? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.












