
Bayangkan sebuah ruang penuh layar raksasa, grafik bergerak, dan peta sumur migas yang dipantau detik demi detik dari ratusan kilometer jauhnya.
Di saat yang sama, kamera di kilang otomatis mendeteksi pekerja yang lupa memakai alat pelindung diri (APD), sementara sistem kecerdasan buatan (AI) menghitung performa pompa di bawah permukaan tanah. Tanpa banyak disadari, beginilah wajah baru industri migas Indonesia: semakin digital, semakin presisi, dan dituntut makin efisien.
Penerapan teknologi digital di sektor energi dinilai membawa efisiensi operasional dan transparansi rantai distribusi. Pengamat melihat inovasi ini penting agar industri energi nasional lebih adaptif terhadap tren global.












