
Kisah perebutan kekuasaan dengan cara-cara licik sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit . Ada kisah penyingkiran pejabat-pejabat Majapahit lewat fitnah keji yang berujung pada penumpasan berdarah.
Dikutip dari Pararaton yang disusun dan direkonstruksi oleh Otto Sukatno, CR dan Untung Mulyono, setidaknya ada tiga tokoh Majapahit yang ditumpas karena fitnah keji. Cara licik ini dilakukan oleh Pati Halayudha atau yang dikenal dengan Mahapati Halayudha. Mahapati berambisi menjadi Mahapatih. Adapun kisah penyingkiran ini diperkirakan terjadi pada tahun 1295 masehi pada era Raja Raden Wijaya.
Kisah peyingkiran pertama yakni kisah pemberontakan Ranggalawe. Ranggalawe merupakan putra Arya Wiraraja, adipati Sungeneb yang juga tokoh pendiri Kerajaan Majapahit.












