
Latar Belakang
Selama bertahun-tahun, warga RW 22 Kampung Nelayan, Muara Angke, Jakarta Utara, terus berjuang untuk mendapatkan akses air bersih. Mereka harus mengeluarkan biaya hingga Rp1 juta per bulan untuk membeli air layak pakai dari pedagang keliling atau air olahan sederhana dari RW. Kondisi air tanah yang buruk memperparah situasi ini, sehingga warga tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan sumber air alternatif yang mahal dan kurang aman.
Fakta Penting
Direspon oleh PAM JAYA, perusahaan air minum kota Jakarta, warga Muara Angke akhirnya mendapat harapan. Melalui survey dan koordinasi dengan Kelurahan Pluit dan pengurus RW 22, PAM JAYA memastikan akan membangun jaringan air perpipaan yang langsung mengalir ke rumah-rumah warga. Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga komitmen untuk mewujudkan keadilan akses air bagi semua warga Jakarta.
Dampak
Dengan target selesainya proyek pada Triwulan II tahun 2026, warga Muara Angke diharapkan dapat menikmati air bersih yang layak, stabil, dan terjangkau. Ini akan mengurangi beban biaya air yang tinggi dan memberikan layanan air yang lebih aman dan berkualitas. Arief Nasrudin menambahkan, “Kami hadir untuk memberikan solusi. Warga Muara Angke berhak mendapatkan akses air minum perpipaan yang layak, stabil, dan terjangkau.”
Penutup
Proyek ini tidak hanya menjadi solusi untuk warga Muara Angke, tetapi juga menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dan swasta dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan adanya jaringan air perpipaan PAM JAYA, warga bisa bernapas lega dan fokus pada kehidupan sehari-hari tanpa harus khawatir tentang ketersediaan air bersih.












