
Latar Belakang
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memberikan apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan atas inisiasi program Green Policing melalui teknologi Waste-to-Energy (WTE) di TPA Muara Fajar. Proyek ini dianggap sebagai solusi konkret untuk mengatasi krisis sampah yang telah membebani ibu kota Provinsi Riau selama satu dekade terakhir.
Fakta Penting
Agung Nugroho menegaskan bahwa kehadiran Polda Riau tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga membawa solusi teknis yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Proyek WTE ini, menurutnya, merupakan hasil pemikiran Kapolda Riau yang memiliki pemahaman mendalam tentang ancaman limbah terhadap ekosistem.
“Pak Kapolda selalu memberikan solusi dan sangat membantu. Beliau paham betul isu lingkungan, maka hadirlah konsep WTE ini. Sampah yang sudah menggunung bertahun-tahun akan dikelola, diambil gas metannya, baru kemudian diproses menjadi energi,” ujar Agung Nugroho, Jumat (6/3/2026).
Dampak
Proyek WTE ini diharapkan mampu mengubah paradigma pengelolaan sampah di Pekanbaru, dari masalah menjadi sumber energi yang berkelanjutan. Dengan teknologi ini, krisis sampah yang selama ini membebani kota tersebut dapat teratasi secara efektif.
Penutup
Dengan inisiasi Kapolda Riau dan apresiasi Walkot Pekanbaru, proyek WTE tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga menunjukkan kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah dan institusi keamanan. Ini merupakan langkah penting dalam upaya membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk masyarakat Pekanbaru.












